Senin, 25 Januari 2016

SUMBER DAYA ALAM


1)   Pengertian dan Pengelompokan Sumber Daya Alam
Sumber daya alam adalah Semua bahan yang ditemukan manusia adalam alam yang dapat dipakai untuk kepentingan hidupnya.
Sumber daya alam dikelompokkan berdasarkan :
a.      Berdasarkan Kemungkinanan Pemulihannya
·         Sumber Daya Alam Yang Dapat Diperbarui (renewable resources)
·         Sumber Daya Alam Yang Tidak Dapat Diperbarui (unrenewable resources)
b.     Berdasarkan Materinya
·         Sumber Daya Alam Organik (hayati), materi atau bahannya berupa jasad hidup yaitu tumbuhan dan hewan.
·         Sumber Daya Alam Anorganik (nonhayati), materinya berupa benda mati seperti benda padat,cair, dan gas.
c.      Berdasarkan Habitatnya
·         Sumber Daya Alam Terestris (daratan)
·         Sumber Daya Alam Akuatik (perairan)
1)     Potensi Sumber Daya Alam
a.      Potensi Sumber Daya Udara
Udara adalah campuran berbagai gas yang tidak berwarna, tidak berbau, dan memenuhi permukaan bumi. Udara terdiri atas tiga unsur utama yaitu udara kering, uap air, dan aerosol. Manusia dan hewan membutuhkan udara untuk bernapas. Begitu pula dengan tumbuhan membutuhkan udara untuk melakukan proses fotosintesis. Udara juga berfungsi untuk melindungi kehidupan di bumi dari sinar ultraviolet dan benda-benda angkasa yang jatuh ke bumi.
b.     Potensi Sumber DayaTanah
Tanah yang terbentuk dari batuan beku berasal dari lava yang keluar dari gunung berapi kemudin membeku. Selain itu tanah juga dapat terbentuk dari batuan sedimen. Berdasarkan sifat batuan induknya tanah di Indonesia dibedakan menjadi beberapa macam :
·         Tanah dengan bahan induk vulkanik
·         Tanah dengan bahan induk bukan vulkanik (tanah tertier)
·         Tanah organik atau tanah humus
c.      Potensi Sumber Daya Air
Sebagian besar masyarakat mengambil air tanah dengan membuat sumur. Namun ada juga yang mengambil dari sungai, danau, waduk, atau bahkan dari lembaga penyedia air. Air mengalami siklus air atau siklus hidrologi, yang terdiri dari :
·         Siklus Pendek
·         Siklus Sedang
·         Siklus Panjang
            Siklus hidrologi adalah suatu proses peredaran atau daur ulang air secara berurutan secara terus-menerus. Air di Indonesia tersedia dalam berbagai bentuk yaitu air hujan,air danau,air sungai, dan air tanah.
d.     Potensi Sumber Daya Hutan
Hutan memiliki nilai ekonomis yang bervariasi, selain itu hutan juga sebagai ruang hidup flora da fauna. Hasil yang dapat di peroleh dari hutan misalnya kayu, buah-buahan, obat, dan masih banyak lagi. Selain memeberikan manfaat ekonomis, hutan juga memiliki fungsi lingkungan, yaitu sebagai berikut :
·         Menyimpan air hujan dan kemudian mengalirkannya ke sungai dan danau.
·         Mencegah terjadinya erosi atau pengikisan karena air hujan tidak langsung jatuh ke tanah dan mengikis tanah yang subur.
·         Menghasilkan oksigen dan menyerap karbon dioksida sehingga suhu bumi terkendali.
e.      Potensi Sumber Daya Tambang
Indonesia merupakan salah satu Negara di dunia yang kaya akan berbagai bahan tambang. Beberapa hasil tambang yang terdapat di Indonesia adalah :
·         Minyak Bumi dan Gas
·         Batu Bara
·         Bauksit
·         Pasir Besi
·         Emas
·         Timah
·         Tembaga
·         Nikel
Selain itu msih banyak bahan tambang yang lain seperti aspal, mangan, belerang, yodium, dan berbagai mineral nonlogam lainnya.
f.        Potensi dan Persebaran Sumber Daya Laut
Potensi sumber daya laut Indonesia antara lain adalah perikanan, hutan mangrove, dan terumbu karang. Hutan mangrove memiliki fungsi ekologis dan fungsi ekonomis. Beberapa kawasan Indonesia yang memiliki wilayah potensial adalah sebagai berikut:
·         Sekitar Selat Malaka
·         Sekitar Perairan Pantai Utara Jawa dan Segara Anakan
·         Sekitar Air Tembaga dan Sulawesi Utara
·         Perairan Maluku sekitar Ambon
·         Sekitar Kepulauan Aru dan Kepulauan Kei
Selain perikanan potensi sumber daya laut Indonesia adalah minyak, gas, mineral, dan energi laut non konvesional.
2)     Sebaran Sumber Daya Alam
·         Sebaran Sumber Daya Bahan Tambang
Ø  Minyak Bumi : Pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, Maluku, dan Papua.
Ø  Batu Bara : Sumatra dan Kalimantan.
Ø  Bauksit : Riau (Pulau Bintan) dan Kalimantan Barat (Singkawang).
Ø  Pasir Besi : Jawa, Sumatra, Sulawesi, dan Kalimantan.
Ø  Emas : Jawa Barat, Papua, Kalimantan Barat, Aceh, Sulawesi Utara, Riau, dan Bengkulu.
Ø  Timah : Pulau Bangka dan Belitung, Singkep, dan Karimun.
Ø  Tembaga : Papua.
Ø  Nikel : Papua, Maluku, dan Sulawesi.
3)     Kegiatan Ekonomi
Kegiatan ekonomi adalah usaha manusia dalam rangka memenuhi keutuhan hidupnya.Kegiatan ekonomi dapat dikelompokkan menjadi tiga macam yaitu produksi,distribusi, dan konsumsi.
·               Kegiatan Produksi adalah usaha manusia untuk menghasilkan atau mengubah barang atau jasa yang bernilai ekonomi lebih tinggi. Jenis-jenis kegiatan produksi menurut bidang usahanya :
Ø  Bidang Usaha Ekstraktif
Ø  Bidan Usaha Agraris
Ø  Bidang Usaha Industri
Ø  Bidang Usaha Perdagangan
Ø  Bidang Usaha Jasa
Kegiatan produksi tidak dilaksanakan tanpa ada faktor-faktor produks yang meliputi empat faktor :
Ø  Faktor Produksi Alam
Ø  Faktor Produksi Tenaga Kerja
Ø  Faktor Produksi Modal
Ø  Faktor Kewirausahaan
·                Kegiatan Distribusi adalah kegiatan untuk menyalurkan barang atau jasa dari produsen kepada konsumen. Orang atau lembaga yang melakukan kegiatan distribusi disebut distributor. Distributor dapat dikelompokkan mennjadi tiga bagian yaitu pedagang besa, pedagang kecil, dan perantara. Cara-cara distribusi yang dilakukan adalah :
Ø  Distribusi Langsung Tanpa Melaui Perantara
Ø  Distribusi Semi langsung
Ø  Distribusi Tidak Langsung
·                 Kegiatan Konsumsi adalah kegiatan ekonomi yang bersifat mengurangi, atau menghabiskan manfaat dan kegunaan hasil dari produksi (barang atau jasa) untuk memenuhi kebutuhan. Kegiatan konsumsi dapat dilakukan oleh rumah tangga keluarga, perusahaan, dan Negara.
4)     Pemanfaatan Sumber Daya Alam
1.      Pemanfaatan Sumber Daya Udara
Manusia dan hewan membutuhkan udara untuk bernapas. Begitu pula dengan tumbuhan membutuhkan udara untuk melakukan proses fotosintesis. Udara juga berfungsi untuk melindungi kehidupan di bumi dari sinar ultraviolet dan benda-benda angkasa yang jatuh ke bumi.
2.      Pemanfaatan Sumber Daya Tanah
Tanah dapat dimanfaatkan untuk membuat lahan pertanian dan lahan pekebunan.
3.      Pemanfaatan Sumber Daya Air
Air dapat dimanfaatkan manusia untuk mencuci baju,minum,mandi,mencuci kendaraan,irigasi lahan pertanian,dan sebagainya.
4.      Pemanfaatan Sumber Daya Hutan
Hutan dapat dimanfaatkan untuk menyimpan air hujan dan kemudian mengalirkannya ke sungai dan danau, Mencegah terjadinya erosi atau pengikisan karena air hujan tidak langsung jatuh ke tanah dan mengikis tanah yang subur., menghasilkan oksigen dan menyerap karbon dioksida sehingga suhu bumi terkendali, dan tempat tinggal bagi flora dan fauna.
5.      Pemanfaatan Sumber Daya Bahan Tambang
Bahan tambang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan alternatif manusia.
6.      Pemanfaatan Sumber Daya Laut
Laut dapat dijadikan tempat tinggal bagi hewan laut,tumbuhan laut,dan juga terumbu karang. Laut juga menyimpan berbagai bahan tambang.




Rabu, 04 November 2015

Kebudayaan Bacson-Hoabinh dan Kebudayaan Dongson

1.    Kebudayaan Bacson-Hoabinh

           Kebudayaan Bacson-Hoabinh diperkirakan berasal dari tahun 10.000 SM-4000 SM, kira-kira tahun 7000 SM.  Kebudayaan ini berlangsung pada kala Holosen. Awalnya masyarakat Bacson-Hoabinh hanya menggunakan alat dari gerabah yang sederhana berupa serpihan-serpihan batu tetapi pada tahun 600 SM mengalami perubahan dalam bentuk batu-batu yang menyerupai kapak yang berfungsi sebagai alat pemotong. Kebudayaan Bacson-Hoabinh ini diperkirakan berkembang pada zaman Mesolitikum.

        Penyebaran kebudayaan Bacson-Hoabinh bersamaan dengan perpindahan ras Papua Melanesoid ke Indonesia melalui jalan barat dan jalan timur (utara). Ras Papua ini hidup dan tinggal di gua-gua (abris sous roche) dan meninggalkan bukit-bukit kerang atau sampah dapur (kjokkenmoddinger). Ras Papua Melanesoid sampai di Nusantara pada zaman Holosen. Kjokkenmoddinger adalah istilah yang berasal dari bahasa Denmark yaitu kjokken artinya dapur dan modding artinya sampah jadi Kjokkenmoddinger arti sebenarnya adalah sampah dapur. Dalam kenyataan Kjokkenmoddinger adalah timbunan atau tumpukan kulit kerang dan siput yang mencapai ketinggian 7 meter dan sudah membatu/menjadi fosil.  Kjokkenmoddinger ditemukan di sepanjang pantai timur Sumatera yakni antara Langsa dan Medan. Tahun 1925 Dr. P.V. VanStein Callenfels melakukan penelitian di bukit kerang tersebut dan hasilnya banyak menemukan kapak genggam yang ternyata berbeda dengan chopper (kapak genggam Palaeolithikum). Kapak genggam yang ditemukan di dalam bukit kerang tersebut dinamakan dengan pebble atau kapak Sumatera (Sumatralith) sesuai dengan lokasi penemuannya yaitu di pulau Sumatera. 


hasil kebudayaan Bacson-Hoabinh :
                                                         Kapak genggam
                                                              Kyokkenmodinger
                                             Kapak dari tulang dan tanduk

2. Kebudayaan Dongson

               Kebudayaan perunggu Asia Tenggara biasa dinamakan kebudayaan Dongson, menurut nama tempat penyelidikan pertama di daerah Tonkin penyelidikan menunjukkan bahwa di sana pusatnya kebudayaan perunggu Asia Tenggara. Di sana ditemukan segala macam alat-alat perunggu dan nekara, alat-alat dari besi dan kuburan-kuburan zaman itu. Di sana juga ditemukan bejana yang serupa dengan yang ditemukan di Kerinci dan Madura. Di Tonkin lengkap terdapat keseluruhan kebudayaan perunggu.

        Kebudayaan logam Indonesia memang termasuk satu golongan dengan kebudayaan logam Indonesia memang termasuk satu golongan dengan kebudayan logam Asia yang berpusat di Dongson itu. Dari pangkal inilah datangnya gelombang kebudayaan logam ke negeri kita melalui jalan barat lewat Malaysia Barat. Dengan demikian maka nenek moyang bangsa Indonesia datang kemari dalam dua ambalan:
1.      Dalam jaman neolithikum, sejak kurang lebih 2000 tahun sebelum masehi
2.      Dalam jaman perunggu, sejak kurang lebih 500 tahun sebelum masehi

                  Mengenai umur kebudayaan Dongson itu, mula-mula Victor Goloubew (penyelidik pertama) berpendapat bahwa kebudayaan perunggu itu berkembangnya sejak abad pertama sebelum Masehi. Pendapatnya berdasarkan atas penemuan berbagai mata uang Tionghoa jaman Han (sekitar tahun 100 sebelum Masehi) yang didapatkan di kuburan-kuburan di Dongson.


hasil kebudayaan Dongson :
                                                         Bejana Perunggu
                                                         Arca dari perunggu
                                                               Nekara


Selasa, 03 November 2015

MASA PRAAKSARA


Masa praaksara adalah masa sebelum manusia mengenal tulisan, disebut zaman prasejarah atau zaman Nirleka.
Bukti adanya zaman prasejarah :       a. Fosil, adalah sisa makhluk hidup yang telah membatu
b. Fosil Pandu, adalah fosil yang ditemukan para ahli   yang digunakan untuk memberi petunjuk mengenai kehidupan manusia purba. Fosil Pandu disebut juga Leit Fosil
c. Artefak, yaitu peninggalan masa lampau berupa alat kehidupan atau hasil budaya yang terbuat dari batu, tulang, kayu atau logam.

Sedangkan masa sejarah adalah masa setelah manusia setelah manusia mengenal tulisan, yang bisa dalam bentuk prasasti (kulit, logam, batu, daun, kayu, dinding), dokumen, dll.
Manusia yang hidup pada masa ini adalah :
a.      Pithecanthropus adalah fosil manusia purba yang paling banyak di temukan di Indonesia. Pithecanthropus di kelompokan menjadi 3 bagian yaitu : Pithecanthropus Erectus, Pithecanthropus Mojokertensis, & Pithecanthropus Soloensis. Ciri – cirinya :
a)      Tinggi tubuhnya kira – kira 165 – 180 cm
b)      Badan tegap, namun tidak setegap Meganthropus.
c)       Tonjolan kening tebal dan melintang sepanjang pelipis.
d)      Otot kunyah tidak sekuat Meganthropus.
e)      Volume otaknya sekitar 900 cc.
f)       Hidung lebar dan tidak berdagu.
g)      Makanan bervariasi, yaitu tumbuhan dan daging hewan buruhan. 

b.      Homo adalah fosil yang di temukan paling muda di bandingkan fosil – fosil purba lainnya.  Contoh fosil – fosil homo yang di temukan di Indonesia adalah Homo Erectus (manusia berjalan tegak), Homo Sapiens (manusia cerdas / bijaksana), Homo Soloensis(manusia dari Solo), Homo Wajakensis(manusia dari Mojokerto).  Fosil ini berumur antara 25.000 – 40.000 tahun. Ciri – cirinya adalah :
a)      Tinggi tubuh 130 – 210 cm
b)      Volume otak lebih berkembang dari pada Pithcanthropus dan Meganthropus.
c)       Otot kunyah, gigi, dan rahang sudah menyusut.
d)      Tonjolan kening sudah berkurang dan sudah berdagu
e)      Mempunyai ciri – ciri ras Mongoloid dan Austromelanosoid



ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN MANUSIA  PADA MASA PRAAKSARA
A.   Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan (Pithecanthropus-Homo Sapines)
Pada masa berburu dan mengumpulkan makanan, manusia sudah mulai membuat alat-alat yang terbuat dari batu yang masih kasar, tulang, dan kayu sesuai dengan kebutuhan manusia tersebut. Gambar alat yang dibuat manusia pada saat masa berburu dan mengumpulkan makanan adalah sebagai berikut :

B.   Masa Bercocok Tanam (Homo sapines, ras Mongoloid dan Austromelanesoid)
Pada masa bercocok tanam, manusia telah berkembang dengan membuat barang dari bahan batu yang lebih halus. Gambar alat yang dibuat manusia pada saat masa bercocok tanam adalah sebagai berikut :

C.   Masa Perundagian (ras Australomelanesoid dan Mongoloid)
Pada masa perundingan merupakan puncak Prasejarah Indonesia, pada masa ini manusia telah mengalami banyak kemajuan manusia telah membuat barang dari bahan logam. Tetapi karena terbatasnya bahan logam di Indonesia maka tidak sedikit manusia yang masih membuat alat-alat kebutuhan hidup yang terbuat dari bahan kayu dan batu. Contoh alat-alat yang dibuat manusia pada masa perundingan sebagai berikut :






Di bawah ini adalah corak kehidupan pada masa zaman praaksara :

1.
Masa Berburu & Mengumpulkan Makanan
(Food Gathering)
1) Hidup degan bergantung pada kondisi alam
2) Memburu hewan – hewan tinggal di tepi sungai (kerbau, kuda, banteng, rusa, monyet)
3) Mengumpulkan ubi, keladi, daun –
daunan, & buah – buahan, sebagai bahan makanan.
4) Tinggalnya di gua – gua, ceruk (gua di tebing – tebing) yang tidak jauh dari sumber mata air (di dekat sungai)
5) Membuat peralatan dari batu yang masih kasar, tulang & kayu disesuaikan dengan keperluannya seperti mebuat kapak perimbas : kapak  , alat – alat serpih, & kapak genggam.
6) Membuat api dengan menggosokkan antara 2 batu, yang dapat digunakan untuk memasak & penerangan pada malam hari.
7) Tepat tinggalnya berpindah – pindah (nomaden) 
8) Manusia yang hidup pada masa ini adalah sejak Pithecanthropus (manusia kera yang tegak) sampai Homo Sapien.
9) Menggunakan kulit sebagai pakaian, sedangkan daginganya dimakan.
2.
Masa Bercocok Tanam
1. Memenuhi kebutuhan hidup denagn memanfaatkan hutan belukar untuk dijadikan ladang, sebagai lahan untuk pertanian.
2. Hidupnya mulai menetap disuatu tempat.
3. Mulai memelihara hewan & tumbuhan.
4. Tetap melakukan perburuan & penangkapan ikan, untuk memenuhi kebutuhan proteinnya.
5. Meninggalkan berladang berpindak untuk bertani.
6. Dapat membuat peralatan yang lebih halus, karena melalui proses pengasahan.
Dan sudah mengenal pembuatan gerabah. Alat – alatnya berupa beliung persegi, kapak lonjong, alat – alat pemukul dari kayu & mata panah. 
7. Menbuat suatu perknpungan dengan mendirikan rumah panggung, untuk menghindari binatang buas.
8. Menjunjung tinggi kebersamaan & gotong royong.
9. Pengobatan dilakukan oleh dukun – dukun.
10. Perdagangan bersifat barter.
Barter adalah kegiatan tukar – menukar barang. Yang dipertukarkan saat itu adalah hasil bercocok tanam,  kerajinan tangan (gerabah, beliung), garam & ikan. 
11. Manusia yang hidup pada masa ini adalah Homo Sapiens, baik ras Mongoloid maupun ras Austromelanesoid.    
3.
Masa Perundagian
1. Manusia yang hidup pada masa ini adalah ras Mongoloid & ras Austromelanesoid.
2. Hidup di daerah desa, pegunungan, dataran rendah, & tepi pantai
3. Hidupnya teratur & terpimpin
4. Mulai dikenal pengolahan logam
5. Adanya hamparan pertanian yang luas
6. Sudah ada pembagian tugas yang jelas sesuai keahlian
7. Masyarakat tersusun atas kelompok besar : petani, pedagang, perajin
8. Membentuk adat istiadat yang dilakukan secara turun – temurun
9. Hubungan disekitar nusantara terjalin erat
10. Peninggalannya menunjukan keaneka ragaman & kekayaan budaya Indonesia, seperti benda seni, peralatan hidup, & upacara menunjukan budaya saat itu sudah tinggi        

Selasa, 01 September 2015

FLORA DAN FAUNA

A. Persebaran Flora di Indonesia

Keragaman Flora dan Fauna di Indonesia
        Flora di Indonesia dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu (1) Indo-Malayan dan (2) Indo-Australian. Kelompok pertama meliputi kawasan Indonesia Barat. Pulau-pulau yang masuk ke dalam kelompok Indo-Malayan ini adalah Kalimantan, Sumatra, Jawa, dan Bali. Kelompok kedua meliputi tumbuhan yang berada kawasan Indonesia Timur. Pulau-pulau yang termasuk dalam kawasan Indo-Australian ini adalah Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua.

       Berbagai jenis flora di Indonesia telah dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, baik sebagai bahan untuk membuat alat rumah tangga, bahan bangunan, bahan makanan, dan lain-lain. Sebagai contoh, rotan dimanfaatkan sebagai bahan utama pembuatan kursi, meja, dan perabotan rumah tangga lainnya. Berbagai jenis kerajinan telah dihasilkan oleh masyarakat dengan memanfaatkan bahan dari rotan. Sentra penghasil produk kerajinan tersebut telah banyak berkembang di daerah-daerah tertentu, misalnya di Cirebon dan daerah-daerah lain di Pulau Jawa.

B. Persebaran Fauna di Indonesia


Keragaman Flora dan Fauna di Indonesia
      Menurut coraknya, fauna Indonesia dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu (1) fauna bagian barat, (2) fauna bagian tengah, dan (3) fauna bagian timur. Garis yang memisahkan fauna bagian Barat dan Tengah dinamakan garis Wallace, sedangkan garis yang memisahkan fauna bagian Tengah dan Timur dinamakan Garis Weber. Fauna bagian barat memiliki ciri seperti halnya fauna Asia sehingga yang disebut tipe Asiatis (Asiatic). Fauna bagian timur memiliki ciri yang mirip dengan fauna yang hidup di Benua Australia yang disebut tipe Australis (Australic).

      Fauna bagian tengah merupakan fauna peralihan yang cirinya berbeda dengan fauna Asiatis maupun Australis. Fauna bagian tengah memiliki ciri tersendiri yang tidak ditemukan di wilayah lainnya di Indonesia. Fauna tipe ini disebut dengan fauna endemis.

1) Fauna Indonesia Bagian Barat


     Fauna Indonesia bagian Barat (tipe asiatis) mencakup wilayah Jawa, Sumatra, Bali, dan Kalimantan. Mamalia yang berukuran besar banyak ditemui di wilayah ini seperti gajah, badak bercula satu, banteng, macan, tapir, kerbau, rusa, orang utan, monyet, babi hutan, bekantan, dan lain-lain. Selain mamalia, di wilayah ini juga banyak ditemui reptil seperti ular,  kadal, tokek, buaya, tokek, biawak, bunglon, kura-kura, dan trenggiling. Berbagai jenis burung yang dapat ditemui di daerah ini diantaranya adalah burung hantu, elang, merak, gagak, jalak, kutilang, dan berbagai macam unggas. Berbagai macam ikan air tawar seperti pesut dapat ditemui di wilayah ini. Pesut adalah ikan sejenis lumba-lumba di Sungai Mahakam.


2) Fauna Indonesia Tengah atau Tipe Peralihan


         Fauna Indonesia Tengah merupakan tipe peralihan (tipe peralihan). Wilayah fauna Indonesia Tengah disebut juga wilayah fauna kepulauan Wallace, mencakup Sulawesi, Timor, Maluku, dan Nusa Tenggara serta sejumlah pulau kecil yang berada di sekitar pulau-pulau tersebut. Fauna yang menghuni wilayah ini antara lain babi rusa, anoa, kuda, sapi, monyet saba, beruang, ikan duyung, kuskus, monyet hitam, tarsius, sapi, dan banteng. Selain itu juga terdapat amfibi, reptil, dan berbagai jenis burung. Reptil yang terdapat di daerah ini di antaranya biawak, buaya, komodo, dan ular. Berbagai jenis burung yang terdapat di wilayah ini di antaranya maleo, mandar, raja udang, burung dewata, rangkong, dan kakatua nuri.

3) Fauna Indonesia Bagian Timur


     Fauna Indonesia bagian Timur (tipe australic) tersebar di wilayah Halmahera, Papua, dan Kepulauan Aru. Fauna pada daerah tersebut berupa mamalia antara lain beruang, kangguru, walabi, landak irian (nokdiak), kuskus, kangguru pohon, pemanjat berkantung (oposum layang), dan kelelawar. Di wilayah ini, tidak ditemukan kera. Di samping hewan-hewan mamalia tersebut, terdapat juga reptil seperti buaya, biawak, ular, kadal. Berbagai jenis burung yang ditemui di wilayah ini antara lain burung kasuari, cenderawasih, nuri, raja udang, dan namudur. Jenis ikan air tawar yang ada di relatif sedikit.